RSS

Selasa, 26 Oktober 2010

A. Menyimpulkan Isi Dialog Interaktif

0 komentar

A. Menyimpulkan Isi Dialog Interaktif

Informasi dapat kalian peroleh melalui berbagai cara, baik secara lisan maupun tulisan. Salah satu cara yang dapat kalian lakukan untuk mendapatkan informasi secara lisan yaitu melalui kegiatan menyimak dialog interaktif. Dialog interaktif adalah percakapan yang dilakukan di televisi atau radio yang dapat melibatkan pemirsa dan pendengar melalui telepon. Ada pun narasumber yang dipilih adalah orang tahu yang persis tentang informasi yang ingin disampaikan. Selain itu, kalian juga dapat memperoleh informasi dengan bertindak sebagai pihak yang pasif, yaitu mendengarkan dengan saksama suatu kegiatan dialog interaktif yang dilakukan oleh orang lain.

 Dari kegiatan mendengarkan tersebut kalian dapat mencatat hal-hal penting dan menyimpulkan isi dialog yang kalian dengarkan itu. Sama halnya dengan berita, dalam dialog interaktif kalian juga harus menerapkan prinsip 5W+ 1H berikut ini.
what : apa yang didialogkan
who : siapa yang berdialog
when : kapan dialog dilakukan
where : di mana dialog dilakukan
why : mengapa dialog dilakukan
how : bagaimana hasil dialog tersebut
 Tunjuklah beberapa teman kalian untuk melakukan dialog berikut ini! Kemudian simaklah dengan saksama dialog yang dilakukan teman kalian dan catatlah isi dialog tersebut!



Selengkapnya...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

VIDEO DONGENG BAWANG PUTIH

0 komentar


Selengkapnya...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Latar Cerita dan Realitas Sosial

0 komentar

Latar (setting) adalah lukisan atau penggambaran tempat, waktu, dan suasana (lingkungan sosial, kebudayaan, adat istiadat, spiritual) terjadinya peristiwa-peristiwa. Latar memberikan gambar-an cerita secara konkret dan jelas. Latar dapat memberikan kesan realistis kepada pembacanya dan menciptakan suasana tertentu, seolah-olah peristiwa itu sungguh-sungguh ada atau terjadi.
Latar cerita memiliki fungsi:
1. agar cerita tampak lebih hidup
2. menggambarkan situasi psikologis atau situasi batin tokoh.


Penggambaran tempat kejadian cerita (locus setting atau latar tempat) menyangkut lokasi terjadinya satu cerita. Penyembutan tempat pada lokasi tertentu berupa nama tempat dengan alamat tertentu, namun penyebutan yang bersifat tak tentu melibatkan lokasi pada lokus jenis tertentu dan dapat terjadi pada jenis tersebut di mana saja. Penyebutan waktu terjadinya cerita (time setting/ latar waktu) pun dilakukan dengan pengungkapan tertentu (jam, hari, tanggal, bulan, tahun secara jelas) dan pengungkapan waktu kejadian cerita yang tak tentu (pagi, siang, senja, malam, musim). Sedangkan latar suasana (lap feel condition setting) berkaitan dengan keadaan kejiwaan yang tersirat pada pengungkapan cerita (sedih, gembira, sendu/melankolis, paradoksal).
(Sarwiji Suwandi dan Sutarmo. 2007. Bahasa Indonesia 2: Bahasa kebanggaanku untuk SMP/MTs kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, — Cet.1.— halaman (145-148))

Perhatikan rekaman pembacaan cerpen “Sungai” karya Noegroho Notosoesanto berikut ini !
Selengkapnya...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
 
Copyright © Mr.Elly Oye