RSS

Jumat, 11 Februari 2011

MENULIS PANTUN

29 komentar

Pengertian Pantun dan Syarat-syarat Pantun


Tahukah kamu cara menuliskan pantun dengan benar? Apa saja syarat-syaratnya? Kamu akan diajak belajar untuk menguasai kompetensi menulis
pantun sesuai syarat-syaratnya.Pantun merupakan salah satu jenis karya sastra Melayu Lama yang berbentuk puisi. Pantun juga merupakan salah satu peninggalan masyarakat Melayu. Pada zaman dahulu, pantun diciptakan untuk berbagai tujuan,
antara lain menyampaikan nasihat, menyatakan rasa sayang, ajaran budi pekerti dan moral, untuk kepentingan sosial, serta untuk hiburan/kejenakaan semata. Sebagai jenis puisi lama, pantun memiliki kata-kata yang khas. Kekhasan kata-kata dalam pantun ditunjukkan melalui penggunaan kata-katanya, ungkapan pengarang, serta kemerduan bunyinya karena pilihan bunyi akhir yang teratur. Pantun terdiri atas dua bagian, yaitu bagian sampiran dan isi. Hal yang dipentingkan dalam menulis pantun adalah mementingkan keindahan bahasa, pemadatan makna kata, dan bentuk
penulisannya berbait-bait. Salah satu keindahan bahasa dalam sebuah pantun
ditandai oleh rima a - b - a - b. Jika kamu akan menulis sebuah pantun dengan
baik, hendaknya memerhatikan syarat-syarat pantun berikut.
a. Satu bait terdiri atas empat baris.
b. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sedangkan bait ketiga dan keempat merupakan isi.
c. Setiap baris terdiri atas 8 - 12 suku kata.
d. Rima akhir berpola a - b - a - b.
Berdasarkan isinya, pantun terdiri atas tiga jenis.
a. Pantun anak-anak, terdiri atas pantun teka-teki dan pantun jenaka.
b. Pantun remaja, terdiri atas pantun perkenalan, pantun berkasih-
kasihan, dan pantun perpisahan.
c. Pantun orang tua, terdiri atas pantun adat, pantun agama, dan pantun
nasihat.

Perhatikan contoh pantun di bawah ini!
) Contoh (1)
Kalau piknik di tepi pantai
Pulanglah sebelum hari senja
Kalau adik ingin pandai
Belajarlah sambil berdoa

) Contoh (2)
Ada melinjo ada emping
Digoreng dengan minyak kelapa
Ada sinyo tertawa nyaring
Dicoreng hidungnya dengan jelaga

Contoh (3)
Pisang emas dibawa berlayar
Masak sebiji dimasukkan peti
Utang emas dapat dibayar
Utang budi dibawa mati

Contoh (4)
Awan putih tinggi di langit
Di bawah bumi jadi naungan
Cita-cita biarpun tinggi selangit
Tata krama tetap jadi pegangan

Contoh (5)
Ubi kayu rendah batangnya
Daun direbus isi dimakan
Orang berilmu rendah hatinya
Bisa dipegang jadi harapan

Setelah kamu mengetahui syarat-syarat menulis sebuah pantun dan
mencermati beberapa contoh pantun yang disajikan, lengkapilah pantun
di bawah ini! Kerjakan di buku tugasmu!
1. Kalau piknik di tepi pantai
Pulanglah sebelum hari senja
Kalau adik ingin _________
Belajarlah sambil _________

2. Berburu ke padang ________
Dapat rusa belang ________
Berguru kepalang ajar
Bagai bunga kembang tak jadi

3. Kalau ada sumur di ladang
Bolehlah kita menumpang mandi
_______________________
_______________________

4. _______________________
_______________________
Sungguh elok berbibir sumbing
Walau marah tertawa juga

5. Tulis kata jadi kalimat
_________________
Petik inti dari nasihat
_________________

6. _________________
Kayu mahoni nomor dua
_________________
Kenapa mereka tidak menerima
Selengkapnya...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
 
Copyright © Mr.Elly Oye